Dalam rangka mewujudkan program pembangunan kelautan dan perikanan 2010-2014 pemerintah Republik Indonesia Melalui Leading sectornya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program pengembangan sector kelautan perikanan melalui visi menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar di dunia tahun 2015 dengan misi membangun dan mensejahterakan masyarakat pesisir perikanan dan kelautan yang tersebar di penjuru nusantara. Visi dan misi ini dijalankan oleh sebuah konsep strategis (grand stretegy) yang dengan konsep tersebut diharapkan adanya perubahan mendasar cara berfikir masyarakat yang tadinya bersifat land based oriented (orientasi daratan) menjadi ocean based oriented (orientasi kemaritiman) dengan konsep pembangunan berkelanjutan untuk peningkatan hasil produksi kelautan dan perikanan melalui Program Nasional MINAPOLITAN yang intensif, efisien, dan terintegrasi guna peningkatan pendapatan rakyat yang adil, merata, dan pantas.
Minapolitan adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan sistem dan manajemen kawasan dengan prinsip: integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi. Kawasan Minapolitan merupakan kawasan ekonomi yang terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan komoditas kelautan dan perikanan, jasa, perumahan dan kegiatan terkait lainnya. Dalam pelaksanaan program ini dibagi berdasarkan sub-wilayah pengembangan ekonomi yang didasarkan pada potensi sumberdaya alam, geografi serta sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki daerah sasaran. Dengan konsep ini diharapkan dapat memacu percepatan pembangunan sector kelautan dan perikanan secara optimal, lestari dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya Program Nasional MINAPOLITAN ini ditetapkan 197 lokasi di Kabupaten/Kota tersebar di 33 Propinsi di Indonesia. 87 di antaranya berbasis perikanan tangkap dan 114 perikanan budidaya salah satunya adalah di Kabupaten Sumbawa Propinsi NTB. Pada penjabarannya Program Nasional MINAPOLITAN ini di laksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) No. 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan. Adapun salah satu isinya adalah Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang diwujudkan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM-MKP) yang sekurangnya dilaksanakan di 120 Kabupaten/Kota.
Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu kabupaten/kota pesisir yang dipercayakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai salah satu penyelenggara Program Nasional MINAPOLITAN ini. Hai ini dimungkinkan karena Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten pesisir dengan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar baik berupa sumberdaya yang dapat pulih (renewable-resourcer) berupa ikan, rumput laut, tiram mutiara, karang, lamun, mangrove dan garam bahkan sampai jenis mikroba laut serta sumberdaya yang tidak dapat pulih (unrenewable-resources) dan jasa lingkungan berupa pariwisata dan transportasi laut.
Kabupaten Sumbawa memiliki garis pantai sepanjang 982 Km dengan potensi luas perairan laut sebesar ± 3.831,72 Km2 (13,14 % dari perairan NTB) dan produksi lestari sumberdaya ikan sebesar 33.353.ton terdiri dari ikan Pelagis 15.406 ton dan ikan Demersal 17.947 ton. Potensi Tambak seluas 10.375 Ha, Potensi Budidaya Rumput Laut 14.950 Ha, Potensi Budidaya Mutiara 5.700 Ha dan Potensi Budidaya Kerapu 1.200 Ha ; sedangkan potensi Budidaya air tawar seluas 1.491 Ha serta potensi pengembangan usaha garam seluas 350 Ha. Tingkat pemanfaatan potensi tersebut rata-rata 20%. Pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Sumbawa berjumlah 63 buah, pulau yang berpenghuni 6 buah dan tidak berpenghuni 57 buah. Selain itu 24 kecamatan administrative yang ada, 18 diantaranya merupakan kecamatan pesisir.
Potensi-potensi tersebut di atas diberdayakan dan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Satuan Kerja (SATKER) Dinas Kelautan dan Perikanan dalam bentuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM-MKP) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu masalah utama dikalangan masyarakat pesisir di Indonesia dan di Sumbawa khususnya. Adapun bentuk-bentuk program tersebut diantaranya; 1) Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap, 2) Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya dan 3) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).
Adapun hasil evaluasi akhir pelaksanaan ke-3 program tersebut menunjukkan progres keberhasilan dan perkembangan yang signifikan. Indikator keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan tersedianya teknologi tepat guna untuk kegiatan budidaya dan penangkapan ikan, serta bantuan sarana penangkapan dan budidaya ikan yang diyakini mampu mendorong peningkatan produksi, peningkatan konsumsi ikan, tersedianya lapangan usaha baru, perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan sekaligus daya beli masyarakat pesisir khususnya pembudidaya ikan/nelayan, terbentuknya kawasan sentra perikanan dan garam yang diharapkan akan menunjang pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah khusunya di Kabupaten Sumbawa serta secara positif menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM-MKP) dalam bentuk Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dan Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dalam wujud PUMP-PT, PUMP-PB di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan dan kelautan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi perikanandan kelautan yang juga menjadi target sekala nasional.
Dengan keragaman dan kekayaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Sumbawa saat ini kiranya sudah cukup menjadi suatu alasan untuk mulai merubah cara pandang pemerintah, masyarakat serta pelaku bisnis di daerah ini, bahwasanya kesejahteraan masyarakat, kesetabilan politik dan pemerintahan yang didukung oleh kekuatan perekonomi yang kuat akan dapat diraih jika kita mampu memberdayakan segala potensi yang dimiliki daerah terutama potensi wilayah pesisir dan laut sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik yang baru.







