Jika kita jeli melihat realita saat ini maka mungkin kita akan terkejut. Sebagai contoh jika diurutkan Negara mana yang memiliki potensi sumberdaya alam yang paling beragam dan mungkin juga paling besar di dunia saat ini, maka secara spontan orang akan menjawabnya Indonesia. Begitu pula jika ditanyakan Negara mana yang yang paling sedikit merasakan manfaat dari stock kekayaan alam (SDA) yang dimilikinya?, jawaban yang sama mungkin juga akan keluar dari mulut kita. Kemudian pertanyaan dilanjutkan kembali menjadi Negara mana yang memiliki sejuta kekayaan namun hampir semilyar penduduknya hidup miskin?, maka lagi-lagi jawaban yang samapula yang mungkin akan kita dapatkan yaitu Indonesia. Pertanyaan terus dilanjutkan, Negara mana yang sangat subur, luas Negara begitu besar, potensi kekayaan begitu banyak namun memiliki hutang sampai ratusan triliunan rupiah?, maka jawaban yang sama pula yang akan kita dengar. Dan pertanyaan terakhir yang mungkin muncul adalah Negara mana yang memiliki potensi kekayaan alam (SDA) hayati ataupun nir-hayati yang sangat besar namun kesenjangan social dan ekonomi rakyatnya begitu nyata terpisah bahkan dapat di gambarkan terbentang dari sabang sampang marauke? Saya kira anda akan menjawabnya sendiri.
Memang sungguh ironis Negara yang sebesar ini dengan menyimpan berjuta potensi kekayaan alam dan sumberdaya manusia yang dimilikinya namun kelihatan sangat kecil dimata dunia. Saat ini kita terkenal dengan banyaknya hutang yang kita miliki, dan juga tingkat korupsi aparat Negara yang begitu tinggi.
Kita memang sangat kaya akan potensi sumberdaya yang kita miliki baik sumberdaya alam (hayati & nir-hayati) maupun sumberdaya manusianya. Dari keberadaan sumberdaya ini kita tidak kalah atau bahkan lebih jika dibandingkan dengan Negara lain (baca ; http://www.sumbawanews.com/berita/nasional/36-rekor-terhebat-di-miliki-indonesia.html). Namun itu semua masih berupa potensi yang sampai saat ini kita sendiri belum mampu mengelola dan memberdayakannya secara optimal.. Kekayaan yang melimpah ruah sebanyak itu, masih dikatakan sebagai sebuah potensi dan baru dapat dinyatakan sebagai suatu kekayaan yang nyata (rill) jika kita semua rakyat Indonesia mampu mengelola dan memberdayakannya secara optimal serta mendapatkan penghidupan dan kesejahteraan yang layak dari stock sumberdaya tersebut. Tidak hidup miskin layaknya sekarang ini. Jangan sampai potensi sebesar itu menjadi kekayaan bagi negara lain sebagai contoh Newmont dan Freepot dan berbagai industri yang lain yang notabene dikuasa oleh tangan-tangan asing. Untuk itu kita harus segera sadar dan berusaha bangkit agar segala potensi, asset sumberdaya yang kita miliki benar-benar dapat kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa sendiri bukan bangsa lain.
Siapa lagi yang akan membangun negeri ini kalau bukan kita putra putri bangsa?
Mari berkaca dari realita yang ada, dan kita jadikan sebagai tolak ukur untuk kita bergerak kedepan demi kemajuan bangsa.
BRAVO NEGERIKU
Kita memang sangat kaya akan potensi sumberdaya yang kita miliki baik sumberdaya alam (hayati & nir-hayati) maupun sumberdaya manusianya. Dari keberadaan sumberdaya ini kita tidak kalah atau bahkan lebih jika dibandingkan dengan Negara lain (baca ; http://www.sumbawanews.com/berita/nasional/36-rekor-terhebat-di-miliki-indonesia.html). Namun itu semua masih berupa potensi yang sampai saat ini kita sendiri belum mampu mengelola dan memberdayakannya secara optimal.. Kekayaan yang melimpah ruah sebanyak itu, masih dikatakan sebagai sebuah potensi dan baru dapat dinyatakan sebagai suatu kekayaan yang nyata (rill) jika kita semua rakyat Indonesia mampu mengelola dan memberdayakannya secara optimal serta mendapatkan penghidupan dan kesejahteraan yang layak dari stock sumberdaya tersebut. Tidak hidup miskin layaknya sekarang ini. Jangan sampai potensi sebesar itu menjadi kekayaan bagi negara lain sebagai contoh Newmont dan Freepot dan berbagai industri yang lain yang notabene dikuasa oleh tangan-tangan asing. Untuk itu kita harus segera sadar dan berusaha bangkit agar segala potensi, asset sumberdaya yang kita miliki benar-benar dapat kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa sendiri bukan bangsa lain.
Siapa lagi yang akan membangun negeri ini kalau bukan kita putra putri bangsa?
Mari berkaca dari realita yang ada, dan kita jadikan sebagai tolak ukur untuk kita bergerak kedepan demi kemajuan bangsa.
BRAVO NEGERIKU
0 komentar:
Poskan Komentar