Mari Bergabung


Kamis, 28 Oktober 2010

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM GELOBAL (Global Climate Change) TERHADAP DUNIA PERTANIAN DAN PERIKANAN



Dedi Syafikri


Fenomena pemanasan global telah memberikan dampak pada berubahnya tatanan iklim dunia yang saat ini telah kita rasakan dampaknya secara global. Perubahan iklim global (global climate change) telah memberikan dampak nyata disemua sisi kehidupan masyarakat di Indonesia dan di dunia pada umumnya. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan emisi Gas Rumah Kaca yang mendorong terjadinya peningkatan suhu bumi. Berdasarkan data dan keterangan dari beberapa lembaga dan peneliti iklim dan cuaca, perubahan iklim global telah mempengaruhi pertanian dan perikanan dunia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika juga menerangkan bahwa telah terjadi penyimpangan cuaca di Indonesia sebagai akibat dari anomali suhu permukaan laut yang cenderung hangat. Anomali ini juga terjadi di beberapa negara diantaranya Pakistan, Cina dan Rusia. Di Kabupaten Sumbawa sendiri dampak dari global climate change ini tidak hanya dirasakan oleh para nelayan yang fokus usahanya mencari dan menangkap ikan di laut, namun juga seluruh kalangan masyarakat terutama petani yang mana profesi ini digeluti oleh sebagian besar masyarakat Pulau Sumbawa dan Indonesia umumnya. Setahun terakhir banyak sekali petani yang mengalami gagal panen dan nelayan tidak melaut akibat kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu. Jadwal dan pola tanampun mengalami perubahan, kondisi ini diperparah karena sebagian besar petani dan nelayan kita khususnya di Kabupaten Sumbawa merupakan bertani dan nelayan tradisional yang mana iklim dan cuaca merupakan faktor penentu sekaligus pembatas keberhasilan usaha mereka. Jane Lubchenco Kepala Badan Nasional Kelautan dan Atmosfir (NOAA) Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu menerangkan bahwa perubahan iklim telah menimbulkan sirkulasi arus laut dunia atau yang selama ini dikenal dengan sebutan Great Ocean Conveyor Belt telah berubah. Hal ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laut dan mengakibatkan kondisi yang ekstrem. Air laut bisa menjadi sangat panas atau sebaliknya sangat dingin sekali. Sementara itu Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Dr. Gellwynn Yusuf dalam salah satu media masa nasional mengatakan, dengan berubahnya sirkulasi arus laut dunia, akan membawa dampak yang sangat besar khususnya di bidang perikanan. Hasil kajian ilmiah yang dilakukan oleh K.E.Trenberth membuktikan bahwa selama 50 tahun terakhir, suhu atmosfir bumi dan konsentrasi karbon dioksida (CO2) terus meningkat, yang secara langsung kondisi ini juga menaikkan suhu bumi termasuk komponen akuatik, yaitu sungai, danau dan laut. Dalam salah satu tulisannya “Effects of Global Climate Change on Marine and Estuarine Fishes and Fisheries”, J.M. Roessig menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, paras laut meningkat setinggi 0,1-0,3 m dan kemungkinan menutupi area seluas 1 juta km2.


Ilustrasi . Grafik fluktuasi dan kecenderungan meningkatnya suhu atmosfer bumi selama 135 tahun, dan tendensi kenaikkan konsentrasi CO2 (Sumber : Trenberth, 1997)

Armi Susandi, pakar perubahan iklim dari Institut Teknologi Bandung juga sepakan akan hal ini, dia mengatakan bahwa jika permukaan air laut naik setinggi 1 meter, diperkirakan lahan persawahan seluas 346.808 hektar dan juga 700 buah pulau di Indonesia akan terancam tenggelam yang mana 5% diantaranya pulau yang berpenghuni. Jika tidak segera ditangani dan berupaya mencari solusi yang tepat, perubahan iklim global (global climate change) dikhawatirkan akan mengancam sistem ketahanan pangan kita. Bahkan saat ini disadari atau tidak global climate change telah memberikan dampak pada sektor industri pertanian dan perikanan di Indonesia dan dunia baik yang bersekala besar maupun tradisional, pada akhirnya kondisi ini berimbas pada menurunya pendapatan sekaligus menghambat perputaran roda perekonomian masyarakat. Karena dampak dari global climate change ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung serta muncul dalam variasi waktu yang berbeda, maka dibutuhkan kesigapan, strategi dan perencanaan yang matang dari pemerintah dan pmerintah daerah dengan memanfaatkan inovasi teknologi, melakukan kajian yang konfrehansif dan multidisipliner serta menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk dapat menduga sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih luas dari fenomena perubahan iklim global (global climate change) ini.

*** Selamatkan Bumi Kita ***

0 komentar: