Dedi Syafikri, S.Kel, M.Si, Prof. Dr. Ambariyanto, M.Sc, Dr. Ita Widowati, DEA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kekerangan di Pulau Saringi Kabupaten Sumbawa melalui analisis kelimpahan, keanekaragaman jenis dan kelayakan habitat untuk menunjang kehidupan kekerangan, mengkaji peluang pengembangannya melalui analisis tingkat pemanfaatan dan pengelolaan kekerangan serta mencoba merumuskan usulan strategi pemanfaatan dan pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data diperoleh dengan observasi, pengukuran, wawancara dan penyebaran kuesioner. Lokasi pengambilan sampel kerang diambil dari 3 zona (semitertutup, terbuka dan tertutup) di Pulau Saringi. Sampel responden berasal dari Kecamatan Utan, Buer dan Alas. Data kelimpahan, indeks komunitas dan parameter lingkungan, serta data hasil kuesioner diolah dengan excel dan SPSS 15. Perhitungan hubungan paremeter fisika, kimia perairan terhadap kelimpahan dan keanekaragaman jenis kekerangan menggunakan metode PCA (Principal Components Analysis) dengan program MINITAB 14.
Hasil penelitian menunjukkan potensi kelimpahan dan keanekaragaman kekerangan di zona terbuka masing-masing sebesar 19.08 ± 6.03 ind/100m2 dan 1.58 ± 0.32, zona semitertutup sebesar 64.42 ± 27.73 ind/100m2 dan 2.17 ± 0.25 sedangkan di zona tertutup potensi kelimpahan dan keanekaragaman masing-masing sebesar 104.00 ± 6.13 ind/100m2 dan 0.96 ±0.04. Berdasarkan hasil skoring pada analisis kesesuaian dan kelayakan habitat untuk kehidupan biota kekerangan menunjukkan masing-masing zona pengamatan sangat layak untuk digunakan sebagai area atau lokasi budidaya kekerangan. Tingkat pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kekerangan di Pulau Saringi dan perairan sekitarnya masih kurang optimal dan belum dikelola dengan manajemen yang baik. Namun demikian sumberdaya ini tetap memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan di Kabupaten Sumbawa. Agar potensi sumberdaya ini dapat termanfaatkan dengan optimal dan kelestariannya tetap terjaga, maka dibutuhkan strategi pemanfaatan dan pengelolaan diantaranya melalui sosialisasi prospektif sumberdaya kekerangan, pembatasan akses terhadap sumberdaya kekerangan yang diikuti upaya restoking serta mengembangkan usaha budidaya. Berdasarkan pertimbangan ekonomi, biologi dan ekologi terdapat bebebrapa jenis kekerangan yang sangat mungkin untuk dibudidayakan di perairan Pulau Saringi dan sekitarnya yaitu tiram mutiara (Pinctada sp.), Pinna sp. dan Kima (Tridacna sp.) dari kelas Bivalvia serta Trebralia palutris, Telecopium telescopium, Strombus sp. dan Lambis sp. dari kelas Gastropoda.
Kata kunci : potensi kekerangan, Pulau Saringi, peluang pengembangan.
ABSTRACT ini disampaikan pada forum Seminar Nasional Kesehatan Lingkungan Budidaya BP2KP Kementrian Kelautan dan Perikanan di Kuta Bali 14 Oktober 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kekerangan di Pulau Saringi Kabupaten Sumbawa melalui analisis kelimpahan, keanekaragaman jenis dan kelayakan habitat untuk menunjang kehidupan kekerangan, mengkaji peluang pengembangannya melalui analisis tingkat pemanfaatan dan pengelolaan kekerangan serta mencoba merumuskan usulan strategi pemanfaatan dan pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data diperoleh dengan observasi, pengukuran, wawancara dan penyebaran kuesioner. Lokasi pengambilan sampel kerang diambil dari 3 zona (semitertutup, terbuka dan tertutup) di Pulau Saringi. Sampel responden berasal dari Kecamatan Utan, Buer dan Alas. Data kelimpahan, indeks komunitas dan parameter lingkungan, serta data hasil kuesioner diolah dengan excel dan SPSS 15. Perhitungan hubungan paremeter fisika, kimia perairan terhadap kelimpahan dan keanekaragaman jenis kekerangan menggunakan metode PCA (Principal Components Analysis) dengan program MINITAB 14.
Hasil penelitian menunjukkan potensi kelimpahan dan keanekaragaman kekerangan di zona terbuka masing-masing sebesar 19.08 ± 6.03 ind/100m2 dan 1.58 ± 0.32, zona semitertutup sebesar 64.42 ± 27.73 ind/100m2 dan 2.17 ± 0.25 sedangkan di zona tertutup potensi kelimpahan dan keanekaragaman masing-masing sebesar 104.00 ± 6.13 ind/100m2 dan 0.96 ±0.04. Berdasarkan hasil skoring pada analisis kesesuaian dan kelayakan habitat untuk kehidupan biota kekerangan menunjukkan masing-masing zona pengamatan sangat layak untuk digunakan sebagai area atau lokasi budidaya kekerangan. Tingkat pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kekerangan di Pulau Saringi dan perairan sekitarnya masih kurang optimal dan belum dikelola dengan manajemen yang baik. Namun demikian sumberdaya ini tetap memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan di Kabupaten Sumbawa. Agar potensi sumberdaya ini dapat termanfaatkan dengan optimal dan kelestariannya tetap terjaga, maka dibutuhkan strategi pemanfaatan dan pengelolaan diantaranya melalui sosialisasi prospektif sumberdaya kekerangan, pembatasan akses terhadap sumberdaya kekerangan yang diikuti upaya restoking serta mengembangkan usaha budidaya. Berdasarkan pertimbangan ekonomi, biologi dan ekologi terdapat bebebrapa jenis kekerangan yang sangat mungkin untuk dibudidayakan di perairan Pulau Saringi dan sekitarnya yaitu tiram mutiara (Pinctada sp.), Pinna sp. dan Kima (Tridacna sp.) dari kelas Bivalvia serta Trebralia palutris, Telecopium telescopium, Strombus sp. dan Lambis sp. dari kelas Gastropoda.
Kata kunci : potensi kekerangan, Pulau Saringi, peluang pengembangan.
ABSTRACT ini disampaikan pada forum Seminar Nasional Kesehatan Lingkungan Budidaya BP2KP Kementrian Kelautan dan Perikanan di Kuta Bali 14 Oktober 2010.
0 komentar:
Poskan Komentar